Jumat, 05 Juni 2015

KETIKA HATI BERTARUNG DENGAN LOGIKA

KETIKA ITU BAIK MAKA TERUSKAN



Yeni Yulianti. Mahasiswa Administrasi Bisnis POLBAN 2014

“Layang-layang bisa terbang karena menantang angin”—Sri Raharso

Dari kata-kata diatas kita bisa menganalogikan layang-layang dengan kehidupan yang sedang atau yang sudah kita alami selama ini. Layang-layang tidak akan pernah terlihat indah terbang diatas muka bumi, jika dia tidak membuat keputusan untuk menentang angin yang kencang. Bagi layang-layang angin merupakan sebuah tantangan yang harus ditaklukan  agar dirinya dapat terlihat mempesona di udara sana. Sama halnya dengan HIDUP atau KEHIDUPAN. Hidup adalah sebuah tantangan. Dimanapun, kapanpun, apapun, dan dengan siapapun pasti akan ada tantangan yang harus kita hadapi dan taklukan.

Tahunlalu (2014) mungkin bagi saya adalah tahun yang penuh dengan tantangan dan pengalaman. Berpuluh-puluh pengalaman danberatus-ratus pelajaran saya dapatkan dari awal bulan sampai akhir bulan 2014. Saya benar-benar bias menghargai semenit demi semenit waktu yang saya miliki.
Bener kata Kang Ginan (Mahasiswa Filsafat UI 2012) “Sayaini orang keren. Dan orang keren selalu bangkit di akhir cerita-cerita superhero. Oke, akan saya buktikan sekarang. Saya berjuang, from zero to hero”. Dari kata-kata itu saya jadi termotivasi selama semester terakhir di SMA Saya mengerahkan seluruh kemampuan yang saya miliki untuk mengejar mimpi saya menjadi “Mahasiswa Ilmu Ekonomi UI 2014”. Walaupun demikian saya tetap tak habis pikir mengapa setiap orang mempunyai kebiasaan merubah pola hidup ketika semuanya dalam batas habis waktu???.

Di tahun 2014, dari bulan Maret sampai bulan Juni waktu saya benar-benar saya habiskan hanya untuk belajar. Selama itu pokoknya gak ada nonton sinetron, gak ada keluyuran sama temen, dan juga gak ada yang namanya maenan handphone sampe tengah malam.  Waktu itu saya membuat jadwal belajar yang sangat intens. (Wah keren juga tuh, terus hasilnya gimana yen?) Nah  itu dia, walaupun hasil yang saya dapat dari perjuangan yang menurut saya sudah maximal  itu tidak sesuai harapan, (lah? mengapa bisa tak sesuai harapan?). Alasannya, Pertama karena saya tidak lulus SNMPTN, kedua saya juga tidak lulus SBMPTN, dan yang lebih parah lagi nilai rata-rata UN saya jauh sekali dari target yang saya tetapkan. Sedih? Itupasti, tapi apa saya akan tetap seperti ini ? meratapi nasib yang tak membawa harapan? Ohhh no, itu bukan tipe seorang pemenang J saya bangkit dan tegak berdiri menghadapi ujian kehidupan selanjutnya. Walau   1 minggu mungkin wajar jika saya tidak ingin melihat soal-soal pemantapan UN dan soal-soal latihan SBMPTN yang dulu adalah teman setia saya dikala pagi, siang, petang dan malam (kedengaran sedikit agak berlebihan, however itulah yang terjadi ).

Untuk setiap harinya rata-rata waktu sembilan jam saya habiskan di sekolah. Berangkat pagi pulang petang, ketika berangkat kesekolah langit masih gelap dan ketika tiba di rumah langit sudah berubah menjadi gelap kembali. Aaaaah rasanya itu rutinitas paling melelahkanL.  Dulu sempat terpikir oleh saya untuk menyerah, namun apa itu jalan yang saya harapkan?  Jelas jawabannya tidak, saat itu yang bisa saya lakukan adalah menengadah berserah diri dan meminta yang terbaik kepadaNya.



JUM’AT, 25 APRIL 2014

Saat itu memang rutinitas telah berubah menjadi ketenangan yang menegangkan. Karena bosan dengan kegiatan yang penuh dengan kesia-siaan selama masa pengangguran itu, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta EKSPEKTASI Asgar Muda Super Camp angkatan pertama. Ekspektasi AMSC itu adalah organisasi yang berada dibawah naungan organisasi Asgar Muda Super Camp yang dibentuk atau bertujuan untuk membekali kader-kadernya menghadapi kehidupan di kampus yang mereka impikan.  Ironisnya waktu itu saya belum diterima di PTN manapun, karena pengumuman penerimaan mahasiswa baru baru akan diumumkan pada bulan Mei. Tapi entah mengapa saya begitu optimis dengan keyakinan saya, bahwa kelak saya pasti bisa kuliah.

Seleksi demi seleksi telah saya lewati, dan akhirnya saya menjadi bagian dari 80 orang yang beruntung menjadi peserta Ekspektasi AMSC angkatan  pertama. Setelah lolos seleksi, saya tak pernah absen mengikuti serangkaian kegiatan seperti training motivasi untuk kuliah diperguruan tinggi negeri, mentoring, dan juga menghadiri kelas tambahan persiapan SBMPTN. Sebenarnya kegiatan-kegiatan ini ditentang keras oleh ibu saya, karena memang beliau tidak terlalu mengizinkan semua anaknya untuk aktif di kegiatan-kegiatan sekolah ataupun luar sekolah, apalagi waktu itu saya sudah bebas dari berbagai kegiatan wajib masa putih abu-abu. Akibatnya selama mengikuti kegiatan di Asgar Muda saya tak jarang pergi tanpa izin beliau, bukan ingin menentang tapi terkadang kita harus berani bersikap dalam mengambil keputusan yang sekiranya menurut kita benar dan tidak menentang aqidah kita.

***

SELASA, 27 MEI 2014

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga.. apa yang terjadi dengan mimpiku dan perjuanganku selama ini? Kabar itu..berita penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi akademik (SNMPTN) sudah didepan mata, akan tetapi saya belum sanggup untuk melihat kenyataannya (diterima atau tidak, itu semua terjadi atas kehendakNya). Waktu itu teman-teman saya sudah gencar menanyakan via sms “yen gimana keterima gak?” atau “dek gimana udah dicek belum berita SNMPTN?” dan berbagai pertanyaan lain yang beragam dengan satu tujuan yaitu “kepo” alias penasaran J. Akhirnya saya menyarankan agar teman-teman saya dan kakak tingkat saya untuk membuka sendiri di halaman web SNMPTN, setelah saya beri tahu user name dan passwordnya. Dan merekapun tahu sendiri apa yang terjadi. Saya tidak LULUS SNMPTN. Ketika itu pupuslah harapan saya untuk menjadi sarjana ekonomi-__-. Sempat putus asa dan kecewa lalu menangis karena tak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Tapi ternyata saya tidak sendirian karena teman-teman dikelas ataupun di organisasipun mayoritas mengalami hal yang sama pedihnya. Kesedihan memang akan terasa lebih ringan ketika kita tak sendirian mengalaminya. 

Ketika saya memberitahu ibu saya kalau saya tidak lulus SNMPTN, ibu saya hanya menanggapi dengan sikap yang terlihat seperti tidak terlalu peduli dengan berita seperti itu, karena sejak awal harapan ibu saya adalah setelah lulus SMA saya harus bekerja seperti apa yang sepupu-sepupu saya lakukan. “Kerja dulu baru kuliah dengan uang sendiri” begitulah pendapat ibu saya. Tapi ketika lulus SMA saya  merasa belum mempunyai skill apa-apa untuk bekerja. Disana saya mulai bingung dengan masa depan saya yang masih jadi ilusi. Apakah saya akan ikut SBMPTN atau saya mulai membuat surat lamaran pekerjaan ke PT-PT yang ibu saya sarankan. 

Tanpa sepengatahuan ibu saya, diam-diam saya selalu konsultasi kepada guru BP dan mentor-mentor saya di asgar muda. Dan alhamdulillah saya mendapatkan pencerahan dari masalah-masalah yang saya hadapi. 98% pendapat itu dapat disimpulkan bahwa saya harus mengikuti tes tulis masuk perguruan tinggi negeri dan 2% nya tergantung dari keberanian saya untuk memutuskan.

Singakat cerita...

Saya sudah mengikuti tes tulis dengan izin yang dipaksakan, hasilnya? Saya GAGAL lagi. dan kali ini orang tua saya benar-benar meminta saya untuk berhenti berharap kuliah di tahun 2014, karena nyatanya tes demi tes gagal saya taklukan walaupun saya sudah berjuang. Namun hati kecil saya masih bersemangaat untuk mengikuti tes-tes yang lain walupun itu bukan jurusan Ekonomi.

Karena didorong dari motivasi dan ambisi yang sangat kuat saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di Politeknik Negeri Bandung melalui jalur tulis. Ketika itu tanggal 15 juli 2014, saya daftar di jam-jam terakhir penutupan pendaftaran, berbekal uang tabungan yang saya miliki saya daftar dan ke bank diantar seorang teman yang sama daftar SMB juga. Waktu itu saya nekat tidak meminta izin kepada ibu saya, karena saya sudah yakin beliau tidak akan mengizinkan saya untuk ikut test lagi.

Hari demi hari berjalan terasa cepat, akhirnya tanggal 17 juli saya meminta izin untuk pergi ke bandung, karena tanggal 18 juli adalah test nya. Semalaman saya memikirkan bagaimana besok, gimana caranya bicara kalau besok saya akan pergi ke Bandung untuk test masuk POLBAN, semalama saya tak bisa tidur hanya gara-gara tidak tahu gimana caranya bicara degan ibu. 

Saya memang kurang dekat dengan ibu dan dengan semua orang yang ada di rumah, terkecuali denagn nenek saya,  makanya untuk hal yang sepele saja saya bingung gimana cara mengungkapkannya (#ironis ) . pagi itu sengaja saya bangun lebih pagi dan beres-beres rumah lebih awal karena jam 9 saya sudah janji bersama ke empat teman saya untuk berangakat ke Bandung. Tak saya sangka baru saja satu kalimat meluncur dari lidah saya, ibu saya langsung membom bardir dengan puluhan kalimat yang membuat saya terisak. SAYA TIDAK DIBERI IZIN . Bingung.  Apa yang mesti saya lakukan? Karena semua sudah siap, hanya izin yang saya butuhkan saat itu.  

sementara saya menangis di kamar, ibu saya menyuruh saya untuk menjaga rumah dan nenek saya, karena katanya waktu itu ibu saya ada urusan keluar. disanalah otak saya bekerja.  saya menulis surat untuk ibu saya yang isinya permintaan maaf karena telah melawan. saya memutuskan untuk kabur dari rumah. melalui perang tangisan antara saya dan nenek, tanpa dibekali uang sepeserpun akhirnya saya pergi tanpa salam kepada ibu, saya berpikir tak apa kali ini saya menentang utnuk mimpi, karena dulu-dulu saya selalu nurut dengan semua perintah ibu, toh ini bukan sesuatu yang menyalahi aturan. untungnya saya punya tabungan yang cukup untuk pergi kebandung. di sepanjang perjalanan saya berdo'a dan meminta untuk diselamatkan.

setelah sampai di Bandung, saya menginap di kosan anak PAMAGAR( Paguyuban Mahasiswa Garut) bersama 2 orang teman perempuan saya, dan yang 2 orang lagi menginap di Garut Kost. ketika sampai saya langsung disambut dengan hangat oleh teh Tyas (Mahasiswa Akuntansi Polban 2012) dan Kang Agung (Mahasiswa Teknik Sipil Polban 2012). Perasaan yang melegakan karena selamat sampai tujuan tapi hati tetap tidak tenang-,- . Saya langsung memberi  kabar kepada ibu saya karena saya sudah sampai di Bandung. ibu saya hanya membalas dengan kata-kata yang dingin tanpa ekspresi. Namun tak apa karena itu sudah menjadi konsekuensi. 

Siangnya saya pergi kekampus Polban untuk yang  pertama kalinya, dan menjalani tes dengan hati yang gugup. akhirnya selesai juga. sebelum test saya berdo'a dalam hati " Ya Alloh, jika memang ini adalah pilihan yang terbaik yang Engkau tentukan, maka berilah kelancaran dalam setiap langkah yang saya jalani. jika memang kuliah bukan jalan satu-satunya untuk mencapai apa yang saya impikan saya akan berhenti sampai titik ini dan menerima saran orangtua saya". saya bertekad dan yakin.

TEST SELESAI

23 JULI 2014 saya mendapat kabar menggembirakan.... SAYA LULUS SELEKSI di pilihan pertama dengan uang kuliah tunggal paling rendah dan hanya untuk satu orang. betapa bahagianya saya menjadi satu orang itu. Alhamdulillah. Orang tua saya terlihat bahagia, akhirnya saya dapat membuktikan kalau saya benar-benar ingin kuliah.

Pesan : ketika kita yakin dengan apa yang kita anggap benar walau itu bertentangan dengan ideologi orangtua, maka tak ada salah nya untuk mencoba keluar dari zona nyaman. BERANI MENGAMBIL RESIKO adalah syaratnya.

semoga kisah saya diatas dapat memberikan sedikit masukan untuk good readers dimanapun yang mempunyai masalah antara Hati dan Logika. 

#SalamSukses



Senin, 18 Mei 2015

MEMBANGUN RASA TANGGUNG JAWAB UNTUK MENJADI PRIBADI YANG BERKARAKTER


MEMBANGUN RASA TANGGUNG JAWAB UNTUK MENJADI PRIBADI YANG BERKARAKTER


Yeni Yulianti
145211063
D3 Adminsistrasi Bisnis
ABSTRAK    
Memiliki rasa tanggung jawab adalah salah satu indikator penerapan soft skills dalam kehidupan sehari-hari, baik bertanggung jawab atas diri sendiri maupun bertanggung jawab atas orang lain. Soft skill itu sendiri merupakan keterampilan hidup untuk menjadi pribadi yang hangat dan lembut.Soft skill mencakup keterampilan pribadi, sosial, komunikasi dan prilaku manajemen diri (Klaus, 2007).
Dengan adanya rasa tanggung jawab yang tinggi dalam diri setiap individu, memungkinkan semua orang nantinya pasti mempunyai karater yang kuat (menjadi berkarakter), sebab tanggung jawab itu sendiri adalah salah saatu contoh dari pribadi yang berkarakter.

Kata kunci : tanggung jawab, karakter.



PENDAHULUAN
“Kendalikan Takdirmu Sendiri, Kalau Tidak Mau Dikendalikan Orang Lain” sebenarnya apa maksud dari kalimat tersebut? Maksud dari kalimat tersebut adalah kita mempunyai tanggung jawab untuk memimpin diri kita sendiri dengan mengembangkan gambaran yang jelas, kamu mau kemana dalanm hidupmu. Artinya memutuskan apa nilai-nilaimu dan menetapkan sasaran-sasaranmu (Covey, 1998). Kalimat ini merujuk pada kebiasaan 2 Merujuk Pada Tujuan Akhir dalam buku “7 Habits Of  Highly Effective Teens” .


Setiap pribadi yang hidup di dunia ini pasti mempunyai tugas atau apa yang biasa kita sebut dengan istilah “Tanggung Jawab” tak terkecuali anak kecilpun memliki tugas atau tanggung jawab tersendiri. Bahkan tanggug jawab kita sebagai hamba Alloh SWT tidak hanya pada saat kita hidup di dunia ,akan tetapi setelah kita kembali kepada Sang Khaliq-pun kita diminta untuk mempertanggungjawabkan semua amalan yang telah kita lakukan selama hidup di dunia.
Apa makna tanggung jawab itu sendiri? Menurut kamus besar bahasa Indonesia tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb). 
Ketika kita sudah menjalankan atau mematuhi segala bentuk tanggung jawab kita maka kita dapat dikatakan telah memili karakter yang baik.
Paper ini dibuat karena penulis merasa bahwa masalah tanggung jawab dan karakter ini sangat perlu untuk mendapatkan perhatian yang lebih dan dalam penulisan paper ini penulis membatasi masalah dengan memfokuskan pada bahasan tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri.





ISI
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Menurut kamus besar bahasa Indonesia tanggung jawabadalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb).
Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.


Pengertian Karakter

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti: 1). Sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. 2).Karakter juga bisa bermakna "huruf". W.B. Saunders, (1977: 126) menjelaskan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbedayang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu.Gulo W, (1982: 29) menjabarkan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. Kamisa, (1997: 281) mengungkapkan bahwa karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian. Wyne mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia.
 Jadi istilah karaktererat kaitannya dengan personality(kepribadian) seseorang. Alwisol menjelaskan pengertian karakter sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian kerena pengertian kepribadian dibebaskan dari nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntunmengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu.
Dengan demikian, dapat saya dimpulkan bahwa jika kita telah memenuhi segala bentuk tanggung jawab baik itu yang bersifat umum ataupun khusus kita telah berada dijalur apa yang biasa orang katakan dengan istilah “berkarakter”.
Dalam buku soft skill telah di jelaskan bahwa kitaharus belajar mengendalikan diri kita sendiri, mengapa mesti demikian ?karena, Anda harus bertanggung jawab untuk mengelola karier Anda  sendiri –jangan pernah berpikir orang lain akan melakukannya untuk Anda (Klaus, 2007). Untuk bertanggung jawab atas diri Anda sendiri—karier, tujuan, dan prilaku diri Anda mulailah dengan sebuah dosis kesadaran diri yang pas dan sebuah komitmen untuk manajemen diri.Dalam buku 7 Habits-pun dijelaskan mengapa begitu penting kita memiliki tujuan akhir atau komitmen ?karena jika kamu tidak memutuskan masa depanmu sendiri, orang lainah yang akan memutuskan masa depanmu (Covey,1998). Komponen fundamental meurut S.P. Reid (2002) adalah cara berpikir yang juga meliputi cara mengambil tanggung jawab atas pemikiran-pemikiran Anda sendiri.
Dengan demikian, telah banyak referensi yang mengatakan bahwa bertanggug jawab atas diri sendiri itu begitu penting. Sekali Anda menentukan apa yang terbak bagi Anda,susunlah strategi untuk mewujudkannya. Jika Anda bertanggung jawab atas hidup Anda, Anda akan mulai membuat segalanya terjadi dan bukan sekedar membiarkannya. Tempatkan diri Anda dalam posisi “pencari” dan mulailah pencarian ilmu (DePorter & Hernacki, 1992)

CARA BARTANGGUNG JAWAB ATAS DIRI SENDIRI

1.                  Belajar Apa Saja Dari Setiap Situasi
Maksud dari belajar apa saja dari setiap situasi adalah kita senantiasa mengambil hikmah atau pelajaran di setiap kejadian yang kita temui atau kita rasakan baik itu pelajaran yang tersirat maupun yang tersurat (Yulianti, 2015). Pikiran kita terbuka menyerap dan mengolah pengethuan, kemudian dengan penuh semangat menacari lebih banyak lagi.Hal ini terbentang dari “diri” yang introspektif dan mulai bertualang di dunia luas. Semangatnya adalah untuk meneusuri setiap kawasan baru , mengintip kesetiap celah-celah yang tersembunyi, dan mengikuti setiap jalur yang ada dalam rangka mencari pengetahuan (DePorter & Hernacki, 1992).

2.                  Mengunakan Apa yang Anda Pelajari Untuk Keuntungan Anda
Maksud dari menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda adalah kita dapat mengambil manfaat dari setiap ilmu yang telah kita dapat, jadi setiap ilmu yang kita lihat,dengar, dan rasakan benar-benar dapat dijadikan simpanan yang berharga untuk hidup kita.

3.                  Mengupayakan Agar Segalanya Terlaksana
Maksudnya adalah kita berjuang dengan komitmen yang jelas (sunguh-sungguh) untuk mewujudkan segala keinginan, cita-cita, dan harapan kita agar semuanya dapat terwujud menjadi kenyataan. Dengan cara membuka mata, hati dan pikiran kita untuk menyerap semua pengetahuan yang selalu kita temui dalam kehidupan.

4.                  Bersandar Pada Kehidupan
Maksud dari bersadar pada kehidupan adalah kita bertawakal kepada Alloh SWT  Sang pemberi kehidupan, artinya semua usaha yang kita lakukan semuanyat terjadi atau tidak terjadi atas seijin Alloh SWT, tugas kita sebagai manusia hanya berusaha dan berdo’a.
Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, semakin banyak pilihan yang Anda miliki ketika mengadapi situasi yang menantang.Semakin banyak pilihan Anda, semakin besar kekuatan pribadi yang Anda miliki. Kekuatan pribadi,adalah satu jenis kekuatan yang Anda lihat pada orang-orang yang sepenuhya bertanggung jawab atas diri mereka, pada orang-orang yang membuat keputusan dengan keyakinan karena mereka mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan semua informasi yang mereka bututuhkan untuk membuat yang benar bagi diri mereka (DePorter & Hernacki, 1992).

5.                  Menerapkan Sikap “Inilah Saatnya”: Manfaatkan Waktu Anda Saat Ini
Kita ini ahlinya dalam mengatakan “hal-hal” bukan ini.Jika Anda mengisi seluruh hidup Anda dengan mengatakan “bukan ini”. Pemikiran seperti ini berakibat pada kualitas hidup Anda.Pikirlah berapa waktu yang terbuang karena pikiran Anda tidak terpusat pada tugas yang sedang Anda kerjakan.Bisikan dikepala Anda yang menjauhkan Anda dari kehidupan yang sekarang adalah bisikan ego Anda. Jika Anda merasa, “bukan ini saatnya”, katakan pada diri Anda : “inilah saatnya”. Hidupkanlah benar-benar saat itu, dan temukan manfaat dalam apapun yang sedang Anda lakukan.Cobalah untuk efisien dan sempurna; curahkan segala sesuatu yang Anda ketahui untuk mengerjakan pekerjaan ini lebih baik daripada yang pernah Anda lakukan sebelumnya.
Kesimpulan dari cara bertanggung jawab atas diri sendri yang tertera diatas adalah bahwa bertangggung jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara kita bersikap aktif menyikapi kehidupan yang kita jalani saat ini dan berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin,dan disana selain kita bisa bertanggung jawab kepada diri kita pribadi kita juga dapat mengasah kemampuan manajemen waktu kita.
Untuk bertanggung jawab atas diri kita pribadi, penting bagi kita memiliki tujuan akhir yang jelas, dan cara untuk memiliki tujuan akhir yaitu dengan menulis pernyataan misi pribadi. Pernyataan misi pribadi adalah seperti kepercayaan pribadi atau motto pribadi yang menyatakan seperti apa hidupmu (Covey,1998). Pernyataan misi adalah seperti pohon dengan akar-akar yag dalam. Pernyataan misi ini stabil dan takkan kemana-mana, tetapi juga hidup dan terus bertumbuh.Berikut adalah empat metode untuk membantu menuliskan pernyataan misi.Kamu bisa mencoba salah satunya atau menggabungkan keempatnya. Keempat ini adalah saran jadi silahkan cari  metodemu sendiri.

Metode 1 : Koleksi Kutipan. Ambil satu hingga lima kutipan yang paling kamu sukai. Maka jadilah pernyataan misimu. Sebagai contoh ini adalah salah satu kutipan yang Saya jadikan sebagai pernyataan misi Saya, kutipan ini Saya dapatkan pada tanggal 01 Desember 2014 ketika mendengarkan nasehat dari Dosen Character Building,bunyinya seperti ini “Cita-cita tidak peduli soal LELAH atau KETERBATASAN cita-cita hanya peduli pada PERJUANGAN” dari 1 pernyataan misi itu Saya selalu termotivasi untuk tetap semangat ketika Saya benar-benar ingin lari dan meninggalkan seluruh tanggung jawab Saya dengan alasan lelah atau Saya tidak mampu melakukannya, untuk itu Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terimaksih untuk Dosen Saya Pak Sri Rahaso J jazakallohu khairon katsiro.

Metode 2 : Pencurahan Otak. Tulis misimu dengan cepat selama lima belas menit. Jangan kuatir apa yang kamu tulis. Jangan ubah apa yang kamu tulis. Pokoknya tulislah terus dan jangan berhenti menulis. Jika otakmu sudah cukup panas, luangkan lima belas menit lagi untuk mengedit, mengatur dan menjadikan pencurahan otakmu masuk akal. Lalu, selama beberapa minggu mendatang, kamu bisa merevisinya, menambahkannya, atau melakukan apapun yang diperlukan untuk menjadikannya lebih menginspirasi.

Metode 3 : Retret.Metode ini adalah metode yang digunakan untuk membuat hati dan pikiran kita tenang, yaitu metode dengan melungkan waktu untuk pergi kesuatu tempat yang kamu sukai dimana kamu bisa sendirian.Menurut Saya ini metode yang bagus karena biasanya ketika kita sendirian ditempat yang indah atau berkesan untuk kita sendiri, kita dapat berpikiran jernih dan banyak mendapatkan inspirasi yang luar biasa.

Metode 4 : Kemalasan Besar. Maksudnya kemalasan disini adalah jika kamu benar-benar tak punya ide dan tidak mau untuk mempraktekan ketiga metode diatas , maka jalani saja kehidupan kamu saat ini dengan sebaik-baiknya.
Dengan demikian, pernyataan misi sangat membantu kita dalam pemenuhan tanggung jawab kita agar mencapai tujuan akhir yang diharapkan.Pernyataan misi membuat hidup kita lebih terarah dan tentunya membuat kita tertantang dan tambah semangat.

KENDALIKAN DIRI ANDA
Bertanggug jawab atas diri pribadi juga merupakan bentuk pengendalian atas diri Anda, oleh karena itu penting bagi saya untuk membahas BAB 1 dari buku Soft Skills karangan Peggy Klaus.

Mengenali Diri Dan Piawai Dalam Bekerja , Sama Pentingnya.
“Kejar keinginginan Anda !Jika Anda memikirkannya, Anda akan memperolehnya”.  Jika saja mereka menyadari bahwa bersemangat pada suatu hal bukan berarti secara otomatis ia akan memiliki bakat atau kecakapan untuk menjadi sukses dalam hal terssebut. Bahkan memiliki ketiganya—semangat, bakat, dan kecakapan—masih tidak menjamin kesuksesan. Salah satu cara untuk menemukan kebahagiaan, pekerjaan sejati, atau sesuatu yang Anda benar-benar tidak akan keberatan menghabiskan waktu  delapan sampai sepuluh jam setiap hari untuk melakukannya, adalah mengenal diri Anda dengan sangat baik (Klaus, 2007).
Jadi, untuk mencapai kesuksesan kita tidak hanya dituntut untuk bertanggung jawab atas segala hal yang perlu kita selesaikan atau kerjakan, akan tetapi kita juga perlu mengenali diri kita dengan jujur dan cermat, karena kesuksesan tidak hanya dijamin dari seberapa semangatnya Anda, seberbakat apakah diri Anda, dan seberapa cakapkah Anda. Oleh karena itu, mulai dari sekarang mari mengenali seperti apakah diri saya sebenarnya?.

Tidak Ada Keseimbangan Antara Hidup dan Kerja, Hanya ada Penyelarasan
Setelah kita belajar mencari tahu seperti apa dirikita yang sebenarnya, sekarang adalah bagian besar dari mengenal diri sendiri adalah memastikan bahwa karier yang Anda jalani selaras denga sisa hidup Anda selanjutnya. Setiap kali kondisi Anda secarasignifikan berubah atau Anda merasa tidak tidak puas terhada pekerjaan, lakukanlah “penilaian penyesuaian diri” tentang sejauh mana pilihan karier Anda sudah memengaruhi hidup Anda secara keseluruhan. Perhatikan kesenjangan antara gaya hidup yang Anda inginkan dan kehidupan yang sedang Anda jalani. Jika ada perbedaan besar, pertimbangkan bagaimana menyelaraskan keduanya dan bangunlah karier yang lebih masuk akal.
Disinilah waktu yang tepat untuk mulai bertanya terhadap diri sendiri tanggung jawab yang seperti apa yang cocok untuk menjadi prioritas. Jika Anda ingin tetap kompetitip dan terdepan dalam persaingan, asah terus kemampuan teknis Anda karena itu merupakan tanggung jawab Anda.Sejajarkan keterampilan Anda dengan profil kompetensi di tempat Anda bekerja.



KESIMPULAN
Jadi dapat saya simpulkan bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri itu sangat luas cakupan serta pengaruhnya. Ketika kita berbicara tentang tanggung jawab kita juga berbicara tentang manajemen waktu, tentang sikap aktif, dan  juga tentang cara mengendalikan diri.
Dengan demikian, kita telah mengetahui apa saja yang harus kita lakukan untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri yaitu dengan bersikap aktif, dintaranya belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, menupayakan agar segalanya terlaksana, dan yang keempat bersandar pada kehidupan. Selain itu, kita juga perlu untuk menerapkan sikap “inilah saatnya”.Setelah semua tanggung jawab kita lakukan dengan sesuai atau benar maka kita bisa disebut dengan pribadi yang berkarakter .




DAFTAR PUSTAKA
Covey, Sean. (1998). The 7 Habits of  Highly Effectie Teens. New York: A Fireside Book,.
DePorter, Bobby & Mike Hernacki.(1992). Quantum Learnig.New York: Dell Publishing,
Klaus, Peggy. (2007). The Hard Trust about Soft Skills. New York: Harpercollins.
Reid, S.P. (2002). Berpikir Strategis. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.







LAPORAN MENJADI SUKARELAWAN DI PANTI LANSIA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latarbelakang

Mahasiswa merupakan sebuah miniature masyarakat intelektual yang memilki corak keberagaman pemikiran, gagasan dan ide-ide yang penuh dengan kreatifitas. Dengan sifat intelektual dan idealismenya  mahasiswa lahir dan tumbuh menjadi model yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Kalangan mahasiswa mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, dan kritis, serta mampu membedah persoalan dari berbagai  aspek dan sudut pandang ilmu dan pemikiran. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. 
Melalui matakuliah Character Building inilah, mahasiswa dapat mulai belajar dan dituntun untuk membuka cakrawala pengetahuan untuk mengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa tidak melulu harus berkungkung pada teori, namun kita dapat terjun kedunia mereka dengan menyelami kehidupan dengan menjadi volunteer di Panti Jompo. Melayani lansia dengan karakter dan keterbatasan yang berbeda-beda. Jelas menjadi sukarelawan di Panti Jompo bukan perkara yang mudah diperlukan pendidikan dan keterampilan khusus agar dapat menangani mereka namun selain pendidikan dan keterampilan khusus, diperlukanjuga yang namanya “Ketulusan, kesabaran, dan rasa mengasihi”.
Menurut UU no 4 tahun 1945 Lansia adalah seseorang yang mencapai umur 55 tahun, tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain.

1.2              Tujuan

1.      Diharapkan mahasiswa loyal danberpartisipasiaktif di dalamtugasini.
2.      Diharapkan tugas ini tidak hanya sekedar tugas, tetapi mahasiswa mampu melayani dengan ketulusan, kesabaran, dan mengasihi mereka.
3.      Diharapkan mahasiswa mengetahui tentang karakter dan sifat mereka serta mampu beradaptasi dengan berbagai karakter.

1.3              MetodePengamatan
Pengamatan yang kami lakukan yaitu dengan berinteraksi dan melayani para lansia secara langsung, seperti memandikan lansia yang memiliki keterbatasan, berjemur, sharing dan berbagi cerita tentang masa lalu mereka.




BAB II
GAMBARAN UMUM
(WISMA LANSIA J.SOENARTI NASUTION)

2.1 PROFIL PANTI

A.    NamaPanti                             : WISMA LANSIA J. SOENARTI NASUTION
B.     Status Panti                           : Swasta
C.    NomorStatistikPanti             : 802026702002
D.    AlamatPanti                          : Jl. Pak Gatot 1 No.20 KPAD Gegerkalong,Bandung   
E.     TahunBerdiri                        : 1973
F.     WaktuPenyelenggaraan       : Pagi
G.    NamaKepalaPanti                : Dra. HeniHanifah


2.2  Visi :
Terwujudnyausaha kesejahteraan sosial yang lebih aspiratif dan akomodatif bagi anak dan lansia, khususnya dibidang pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial.

2.3  Misi:
1.      Mendirikan/menyelenggarakan Panti-panti penampungan.
2.      Memberikan Bea siswa bagi anak yang tidak mampu.
3.      Mendirikan/menyelenggarakan sekolah-sekolah dalam bidang pendidikan.
4.      Mendirikan/menyelenggarakan Klinik-klinik atau Rumah Sakit dalam bidang kesehatan dan lain-lain.



BAB III
LANDASAN TEORI

3.1  AKTIVITAS DAN PENGENALAN

Sebelum membahas kegiatan-kegiatan apa saja yang saya lakukan selama menjadi volunteer di sebuah panti jompo saya ingin berbagi cerita terlebih dahulu tentang apa yang terjadi tadi sore tepatnya pada hari Jum’at, 16 Januari 2015. Jadi ceritanya begini kemarin malam saya baru mengerjakkan revisi laporan panti ini dan alhamdulillah saya menyelesaikan laporan ini sekitar pukul 06:40, pikir saya karena masih terlalu pagi dan saya masih sedang menyempurnakan tugas kusioner akhirnya tugas yang sudah selesai itu tidak langsung saya print, saya berniat untuk ngeprint bareng dengan tugas yang kusioner itu, dan ternyata tak saya sangka bahwa saya menyelasaikan tugas kusioner itu sekitar pukul 14:30, kedua tugas itu seharusnya dikumpulkan pada pukul 15:00 tapi karena saya telat maka teman-teman saya dikelaspun ikut merasakan dampak negatifnya karena 4 orang yang telat. Hikmah yang dapat saya ambil dari kejadian ini adalah saya menjadi sadar jika selama ini saya masih berada didaerah kuadran 1; saya masih menunda-nunda tugas, motto saya masih “aku akan berhenti menunda-nunda—nanti”. Sekarang jelas dengan begini saya akan benar-benar berubah SEKARANG bukan nanti. Harapan saya janji-janji dan komitmen yang saya tuliskan jangan hanya sekedar hasrat saja, tapi benar-benar impian atau cita-cita, dan untuk mencapai impian itu saya harus benar-benar serius berlatih dan berani mengambil keputusan. Oke i’m promise !

****
Baiklah ini adalah cerita aslinya bagaimana kehidupan di panti yang sebenarnya, gambaran lansia secara umum,dan masalah umum yang dihadapi oleh lansia.
Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi sukarelawan dan pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan. Pengalaman indah dan tidak terlupakan itu adalah ketika setiap hari jum’at, sabtu, dan minggu selama bulan November sampai pertengah bulan Desember saya menjalani rutinitas sebagai “pelayan” para lansia di panti “Wisma Lansia J.Soenarti Nasution”.
Panti ini teletak di sebuah kawasan perumahan dinas TNI di KPAD. Panti ini mempunyai tiga lantai dengan 11 kamar untuk lansia, 2 kamar untuk petugas, dapur, gudang, ruang tv, ruang makan, kamar mandi, dan ruangan-ruangan lain yang masih banyak lagi, memang kalau dilihat dari design bangunannya terlihat rapi, nyaman, karena suasana yang teduh dan dingin, akan tetapi dalam kenyataannya kehidupan lansia disana sulit untuk dikatakan “nyaman" (dalam suasana batiniah bukan dlohiriah) meraka selalu berusaha untuk keluar dari bangunan itu tapi apa yang mereka lakukan tidak pernah mendapapatkan hasil yang baik. Mereka bisa berada disana kebanyakan bukan karena keinginan mereka akan tetapi keadaan yang memaksa mereka untuk tinggal disana. Banyak kisah dibalik keberadaan mereka di panti ini, salahsatu kisahnya adalah ada yang benar-benar tak punya apa-apa karena musibah tsunami Aceh tahun 2004 lalu, berikut adalah cerita lengkapnya.
Sebenarnya yang terkena tsunami itu adalah anak beliau satu-satunya dan pada waktu itu beliau tinggal sendirian di Badung, ketika beliau mendengar berita stunami itu, beliau putus asa, dan sempat sakit selama 2 tahun sampai tidak bisa berjalan. Pada saat itu beliau sangat terpukul, dan beliau tidak tahu harus minta tolong kepada siapa, karena orang yang dulu menjadi tumpuan hidup beliau, istilahnya secara mendadak beliau kehilangan tiang penopang. Orang yang membiayai beliau sekarang telah tiada, hati beliau benar-benar hancur. Anak, menantu, dan cucu beliau tidak bisa kembali lagi. Akhirnya beliau hanya fokus memikirkan bagimana caranya ia bertahan hidup dan bersyukurlah beliau mempunyai tetangga yang berbaik hati menolong beliau. Selama kurang lebih 7 tahun beliau hidup sebatangkara. Pak Dada Rosada menawari Mbah agar   tinggal di panti saja karena ternayata ada sebuah panti milik pemerintahan yang menampung lansia,dan tidak harus mengeluarkan sepeserpun uang untuk biaya hidup selama di panti, semua ditanggung oleh pemerintah. Akhirnya beliau menyetujui tawaran tersebut dengan pertimbangan yang matang dan pada awal tahun 2011 beliau diantar oleh Pak Dada Rosada berangkat ke panti, dan beliau resmi tinggal di panti Wisma Lansia J.Soenarti Nasution.

Hari Sabtu,15 November 2014 adalah awal dari pengalaman-pengalaman indah yang saya ceritakan di awal. Hari itu saya tiba di panti sekitar pukul 08:00 dan bertemu  dengan Pak Engkus ( petugas inti panti ), sebelumnya kami belum pernah bertemu dengan bapa itu karena ketika dulu kami mengantarkan surat izin dari kampus kami langsung ke pengurus pantinya, ini adalah awal pertemuan kami dengan petugas panti, dan kami juga berkenalan dengan juru masak disana yang bernama Ibu Nani.
Setelah sempat bingung mau ngapain disana akhirnya  kami bertanya kepada Pak Engkus apa yang bisa kami bantu, kebetulan Pak Engkus sedang memegang sapu dan lap pel, Pak kus bertanya kepada kami “mau gak bantuin bapa bersihin ruang makan?” tanpa pikir panjang kamipun langsung menjawab “boleh pak J” kami sangat antusias karena ini adalah tugas pertama kami menjadi sukarelawan.
Setelah selesai membersihkan ruang makan, kami mulai bingung lagi, dan kali ini yang kami tanya bukan Pak Engkus, tapi kami bertanya kepada Ibu Nani “bu..ini berih-bersihnya udah selesai sekarang saya harus ngapain ya bu ??” memang pertanyaan ini kelihatannya bodoh sekali, tapi mau bagaimana lagi karena kami belum tahu dimana kita bisa berkomnikasi dengan lansia, jam berapa kami bisa berhubungan dengan lansia, dan lain sebagainya. Ibu Nani pun menjawab “ iya terimakasih neng, sekarang neng kedepan saja soalnya semua lansia sedang berjemur di taman”. Karena sudah tidak sabar untuk berkenalan dengan Oma dan Opa yang ada disana, kamipun bergegas pergi ketaman. Dan benar saja ternyata Oma dan Opa sedang duduk-duduk di taman. Pikir saya ini adalah kesempatan bagus untuk mencari informasi tentang mereka.
Diawal pertemuan mereka sempat bingung dan acuh terhadap kami si mahasiswa “PKL” , kenapa PKL ? karena mereka hanya tahu jika ada mahasiswa yang datang kesana adalah dalam rangka penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir. Miris sekali bukan ? kami bergegas untuk memperkenalan diri dan kami menceritakan tujuan kami ada disana untuk apa. Kebetulan yang ada di taman pada waktu itu sebanyak 10 orang, saya meminta agar mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing, saya mengabsen satu-persatu dan meminta mereka untuk menyebutkan nama serta asal mereka dari mana.
Ø  Yang pertama mendepatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri yaitu Opa Kholidin, Opa ini biasa di panggil Pak Didin, beliau berasal dari Cilenyi.
Ø  Yang kedua yaitu Mbah Manisem, Mbah ini berasal dari Cilacap.
Ø  Yang ketiga adalah Oma Ameh, Oma ini berasal dari . . . .
Ø  Yang keempat yaitu Oma Meli, beliau berasal dari Bandung.
Ø  Selanjutnya yang kelima aitu Oma Sutinah, beliau berasal dari Sumedang.
Ø  Yang keenam yaitu Oma Koesbiahti, Oma yang satu ini berasal dari Depok.
Ø  Yang ketujuh yaitu Oma Siti, Oma yang satu ini berasal dari kota Mangga “Indramayu” J
Ø  Yang kedelapan yaitu Opa Cahyono, beliau berasal dari Cimahi.
Ø  Selanjutnya orang kesembilan yag mengenalkan diri yaitu Opa Suito, Opa yang satu ini berasal dari Yogyakarta, beliau adalah keturunan kerajaan Mataram dan kraton Yogyarta. Wooow
Ø  Dan yang ini perkenalan yang terakhir pada hari pertama berdinas, orang kesepuluh yaitu Oma Uka, oma yang satu ini berasal dari Sumedang.
Setelah kami mengetahui sedikit tentang mereka dari perkenalan singkat itu akhirnya kami teruskan dengan mengobrol ringan serta saya bertanya tentang masa lalu Opa dan Oma disana.
Dan tidak terasa waktu cepat berputar, kami menghabiskan waktu sekitar 90 menit hanya untuk mengobrol. Dan akhirnya tiba saatnya untuk makan siang, kami bertugas untuk mengantarkan makan ke setiap kamar lansia yang tidak biasa makan bareng di ruang makan. Dan kamipun bertugas untuk menyuapi lansia yang tidak bisa makan sendiri.
Setelah para lansia selesai makan kami langsung membereskan dan mencuci piring-piring yang tadi dipakai oleh para lansia. Sekitar pukul 12:00 kami pamit kepada semua penghuni panti dan ketika pamit kepada sang juru masak yaitu Ibu Nani, beliau sempat berpesan agar besok ( hari Minggu) kami harus datang lebih awal sekitar pukul 06:00 karena kami diberi tugas untuk memandikan 4 orang lansia putri yang memiliki keterbtasan baik secara fisik maupun mental.
Itu adalah pengalaman hari pertama saya menjadi sukarelawan, ketika malam datang saya mereview kembali kegiatan-kegiatan yang telah saya jalani tadi pagi dan saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dari hari pertama itu, saya berpikir betapa beruntungnya saya masih diberi kesempatan untuk bisa tinggal bersama orang tua, masih diberi kesempatan untuk bisa melihat nenek yang masih sehat, dan nikmat yang lain yang tidak dimiliki lansia disana tapi saya masih bisa merasakan kenikmatan itu. Terimakasih Robb.
Saya ingin mengulas lebih mendalam karakter serta kisah 10 lansia yang pada hari pertama berkenalan di taman.
Yang pertama yaitu Opa Didin, beliau berasal dari Cilenyi dan beliau baru berusia 58 tahun selain itu informasi yang saya dapatkan tentang Opa Didin adalah beliau mempunyai 5 orang anak dan istri nya-pun masih ada. Entah apa yang mendasari sehingga beliau bisa sampai tinggal disebuah panti jompo. Menurut pendapat beliau katanya istri beliau sudah tidak mau megurus beliau lagi. Padahal beliau masih bisa dikatakan sehat dan secara mental belia masih belum pikun, entahlah mungkin karena beliau mempunyai sedikit keterbatasan mungkin saja istrinya malu megurus beliau. Ketika beliau muda, beliau bekerja di salon. Bisa saya simpulkan satelah melihat kesehariaan Opa Didin di panti, beliau orangnya tidak pernah membuat keributan atau mencari masalah dengan penghuni panti yang lain, beliau cenderung memiliki sifat individualis dan tak ingin tahu masalah apa yang terjadi dengan penghuni panti yang lain.
Yang kedua yaitu Mbah Manisem,beliau berasal dari Cilacap, Mbah adalah lansia putri tertua disana, umur beliau sudah 91 tahun, beliau mempunyai 1 anak, 1 menantu, dan 3 orang cucu. Beliau sudah tinggal dipanti selama 3 tahun, beliau adalah satu-satunya orang yang masih nyambung jika diajak bicara, kepekaan beliau terhadap teman-teman lansia yang lain membuat beliau sangat dihargai dan disayangi oleh seluruh penghuni panti termasuk oleh semua pengurus panti. Selama di panti saya selalu diajari dan beri nasihat tentang kesabaran dan ketabahan dalam menjalani  semua ujian. Mbah sempat bercerita kepada saya seperti ini “ waktu dulu hidup Mbah itu makmur, Mbah sudah mempunyai rumah yang nyaman, punya toko, perhiasan juga ada, tapi ketika menantu (wanita) mbah meninggal, anak mbah tergila-gila dengan wanita orang bandung dan kelihatannya wanita itu tidak cukup baik, karena bisa dilihat setelah mengenal wanita baru itu anak mbah jadi banyak hutang ke bank dia juga menggadaikan rumah yang mbah tinggali, akhirnya semua harta mbah dijual untuk membayar hutang anak mbah, karena di Cilacap mbah sudah tidak memiliki apa-apa lagi akhirya mbah memutuskan untuk berurbanisasi ke Bandung berbekal uang sisa hasil penjualan rumah,toko,serta perhiasannya”. Melihat perjalan hidup beliau yang sangat terjal dan berliku saya selalu bercermin dan menanyakan kepada diri saya sendiri apakah ujian dan rintangan saya sudah sama seperti beliau?? Saya rasa belum, karena saya masih mempunyai orangtua yang senantiasa menyayangi dan mengasihi diri saya sampai saat ini. Betapa selama ini saya tidak menyadari nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada diri saya, selama ini saya lupa memperhatikan orang-orang yang selalu ada di samping saya. Astagiruloh kemana saja saya selama ini. Benar-benar memprihatinkan.
Cerita selanjutnya datang dari orang Bangka Belitung, siapa sih orang Bangka yang nyasar ada di Wisma Lansia ? hehe Beliau bernama Ibu Rusmiati ,biasanya beliau dipanggil Oma Ameh, beliau berusia 86 tahun, beliau mempunyai 6 orang anak, beliau baru 3 bulan tinggal di panti. Beliau ini agak sulit untuk diajak bicara , secara dlohiriah beliau masih sehat , tetapi secara mental beliau sudah kacau. Saat pertama kali saya kesana, saya sempat merasa heran dan aneh kenapa ada lansia yang senang bicara sendiri, dan ketika asik bicara sendiri bahasa yang digunakannya itu sulit untuk kami mengerti, tapi kedengarannya beliau menggunakan bahasa Cina atau Mandarin ketika berkomunikasi dengan bayangannya. Selidik punya selidik ternyata menurut Mbah Manisem (teman 1 kamarnya), Oma Ameh menjadi seperti itu sebab utamanya karena suaminya meninggal. Mungkin Oma ini sangat bergantung sekali pada suaminya, sehingga ketika suaminya meninggal Oma ini merasa terpukul sekali dan shock. Menurut saya penyakit yang diderita Oma Ameh ini seperti yang biasa orang sebut dengan penyakit “skezofriend”, penayakit ini membuat si penderita seolah-olah mempunyai teman mengobrol yang banyak dan penderita terlihat berhalusinasi dengan bayangan-bayangan yang muncul dihadapannya. Sehingga kami orang awam menganggap bahawa penderita penyakit ini seperti maaf “kurang waras”.
Yang keempat yaitu Oma Meli, Oma yang satu ini bersal dari Bandung, akan tetapi ia selalu keukeuh ingin disebut sebagai orang Garut …ada-ada sajaJ Oma dengan postur tubuh yang tinggi besar ini sangat sulit untuk diajak bercerita, adapun jika ia sudah bercerita tak jarang tiba-tiba saja Oma ini akan menangis padahal kami belum sempat bertanya apa-apa. Sungguh aneh memang tapi itu jenis karakter yang saya temui di Panti itu. Ohhiyaa satu lagi, jika sang juru masak membagikan nasi kesetiap piring lansia diatas meja makan, Oma ini pasti marah jika piring milik beliau nasinya sedikit. Dan kebiasaan beliau ketika makan adalah selalu mendahulukan untuk makan semua lauk nya dulu, baru setelah lauknya habis beliau baru memakan nasinya hahaha J sungguh kegiatan yang tidak lazim, tapi percaya tidak percaya ternyata di dunia ini ada juga orang berkepribadiaan seperti Oma Meli ini. Selama saya di panti saya juga orang berkepribadiaan seperti Oma Meli ini. Selama di panti saya memperhatikan aktivitas yang Oma ini lakukan, kelihatannya Oma ini kurang memiliki hubungnan yang baik dengan dengan lansia yang lain. Beliau seperti tidak mempunyai teman, tapi saya salut kepada beliau, meskipun beliau seperti hidup sendirian tapi beliau masih terlihat tegar dan semangat. (ketegarannya patut saya contoh J)
Yang kelima yaitu Oma Sutinah, beliau berasal dari Sumedang, Oma Sutinah ini satu kamar dengan Mbah Manisem dan hubungan mereka dekat sekali. Akan tetapi Oma ini agak kurang disenangi oleh semua pengurus panti yang ada disana. *Loh kenapa?? Karena katanya menurut mereka Oma ini cerewet sekali, tapi menurut saya semua lansia wajar saja kalau cerewet , namanya juga lansia sifat mereka cenderung seperti anak-anak lagi, mereka seperti ingin mendapatakan perhatian yang lebih. Hobby Oma Sutinah adalah menonton pertandingan bola di televisi teman setia Oma ketika menonton bola adalah Opa Didin.
Yang keenam adalah Oma Koesbiahti, Oma ini berasal dari Depok. Oma yang satu ini mempunyai hati yang baik dan tulus, beliau tidak pernah membuat masalah dengan penghuni panti yang lain, karena ketulusan hatinya beliau banyak disenangi oleh semua orang. Beliau tidak sempat menikah alhasil beliau tidak mempunyai keturunan, jadi yang selama ini mengelola semua gaji yang beliau miliki adalah saudaranya. Beliau adalah seorang pensiunan Dosen, dahulu beliau menjadi seorang dosen mikrobiologi di Institut Teknologi Bandung, sayangnya saat itu saya tidak bisa belajar lebih banyak kepada beliau, karena saat ini beliau sudah pikun dan benar-benar tidak bisa mengingat apa-apa lagi, selain yang beliau ingat sampai saat ini adalah nama kedua  orangtuanya, dan ketujuh nama saudaranya. Sangat memprihatinkan memang, bahkan saking pelupanya Oma Kus ini lupa apa yang harus ia lakukan jika ia hendak melakukan suatu kegiatan seperti, mandi, pergi ke taman, ke ruang makan, dsb. Setelah saya meliahat kejadian seperti ini saya selalu teringat dengan qalam Alloh SWT dalam QS. Al-hadid (57) ayat 20 yang berbunyi seperti ini “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya senda gurau , perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta belomba dalam kekeyaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani: kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridloan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu”.
 Saya tersadar dengan ayat itu setelah melihat kejadian yang menimpa Oma Kus ini, dulu Oma ini mungkin sangat di cari dan dibutuhkan kehadirannya, betapa tidak, beliau seorang dosen mikrobiologi ITB yang mugkin tidak diragukan lagi pengalaman serta ilmu yang ia miliki, tapi sekarang beliau lupa penglaman berharga itu, sekarang beliau lupa semua ilmu yang berharga itu. Bukankah itu sepeti kesenangan yang palsu? Entahlah itu hanya pendapat sayaJ. Oke cerita selanjutnya
Cerita yang ketujuh datang dari kota yang terkenal dengan mangga nya yang manis, yaitu Oma Siti berasal dari Indramayu. Beliau seorang single fighter sama seperti Oma Kus yang tidak mempunyai keturunan. Beliau sewaktu kecil adalah seorang penyanyi gereja karena beliau selalu mengikuti ayah nya yang seorang pendeta. Oma ini Oma terrapi yang ada di panti itu. Kegiatan yang selalu Oma lakukan adalah membereskan tempat tidur dirinya dan kedua temannya yang 1 kamar dengan beliau. Ketika berumur sekitar 25 tahunan Oma ini bekerja sebagai guru PAUD anak-anak orang Belanda.
Cerita yang kedelapan datang dari Opa Cahyono, beliau berasal dari Cimahi, tak banyak yang saya ketahui dari diri Opa yang satu ini ,karena untuk bisa mengobrol dengan dirinya saja itu sudah menjadi hal yang luar biasa bagi saya , kenapa? Karena Opa ini orangnya agak temperamental dan bahkan kedua teman saya takut untuk berkomunikasi dengan beliau karena takut kena amarahnya. Dulunya beliau bekerja di Astra. Opa yang satu ini selalu memarahi lansia yang lain jika menurut dirinya lansia itu mengusik kehidupannya. Tak segan-segan ia mengatai temannya dengan kata-kata yang kasar. Tapi semua orang yang ada disana sudah bisa menerima kepribadian jelek Opa itu.
Yang kesembilan adalah cerita yang datang dari keturunan keraton Yogyakarta, beliau bernama Opa Suito, beliau adalah Opa tertua di Panti itu umur Opa saat ini adalah 88 tahun. Banyak yang saya dapatkan ketika mengobrol dengan Opa ini, banyak sekali cerita-cerita luar biasa yang pernah Opa ini alami. Dulu saya diajari sedikit bahasa Belanda, dan yang paling saya ingat adalah Opa ini sempat mengajari saya tentang perbedaan antara sukma, jiwa, dan raga. Untuk cerita lebih lengkapnya akan saya bagikan di profil 2 orang yang lebih saya ketahui secara mendalam.
Cerita yang terakhir, cerita yang kesepuluh adalah datang dari orang Sumedang yaitu Oma Uka. Satu hal yang membedakan antara Oma Uka dengan Oma-oma yang lain atau dengan semua penghuni panti yang lain adalah kecepatan beliau ketika makanJ. Tak ada yang bisa mengalahkan kecepatan Oma ini ketika makan , saya selalu bertanya kepada beliau seperti ini ”Oma udah makan?” beliau dengan tersenyum menjawab pertanyaan saya “ udah atuh sayang, lamun lila mah geus deui katembak” heheJ. Beliau masih menerapkan kedisiplinan yang diajarkan suaminya ketika masih ada dan masih bekerja sebagai anggota TNI di jaman penjajahan.
Mungkin hanya itu yang dapat sedikit saya ceritakan dari pengamatan karakter yang ada di Panti Lansia Wisma J.Soenarti Nasution selama kurang lebih kami satu bulan disana.
Banyak hal berharaga yang saya dapatkan selama menjalankan tugas ini, bahkan sampai waktu pengumpulan tugaspun saya masih mendapatkan pelajaran dan hikmah dari adanya tugas ini. Sebagian kecil pengalaman ini tercermin dalam buku “7 Habits of Highly Effective Teens”, dan salah satu pelajaran yang saya alami disana yang merupakan aksi nyata dari pengamalan buku itu adalah pertama saya sudah belajar bagaimana caranya keluar dari wilayah nyaman saya dan mencoba menyelami wilayah berani saya dengan melakukan kegiatan yang sungguh awalnya itu asing dalam hidup saya seperti memandikan lansia yang benar-benar tidak bisa berjalan, dan menemani seorang lansia yang tuna netra ketika beliau ingin menonton tv, ketika itu saya seperti penerjemah tayangan dalam tv itu. Ini sungguh pelajaran berharga. Yang kedua dengan kegiatan sharing di panti itu saya belajar merealisasikan kemenangan public saya dengan berusaha memahami terlebih dahulu, baru dipahami, pada bagian ini saya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Yang ketiga saya belajar melatih sinergi dengan cara bekerja sama dengan kedua teman saya ketika kita melakukan suatu kegiatan seperti mencuci piring, saling bantu dalam hal mencari informasi,dsb. Ini benar-benar pengalaman yang menakjubkan, betapa tidak kita masih mahasiswa baru tapi sudah diajari untuk bisa terjun kelapangan , melihat dan mengamati ritme kehidupan yang selalu berganti


3.2 PROFIL LANSIA
3.2.1 Opa Suito

Nama                                     : Rd. Suito Tetoatmojo
Tempat, tanggal lahir               :  Yogyakarta, 12 januari 1927
Jenis kelamin                          : Laki-laki
Agama                                   : Islam
Riwayat pendidikan                : 1. Kelas nol (setara TK)
1.    His
2.    MULO
3.    AMS
4.    B1
5.    B2
                                   
Opa yang satu ini adalah opa tertua dipanti, beliau berusia 87 tahun dan yang luar biasa beliau masih nyambung jika diajak ngobrol, beliau masih ingat peristiwa-peristiwa jaman penjajahan, cerita-cerita tentang hidupnya,dsb.
Opa Suito ini adalah keturunan dari Kerajaan Mataram, pada saat usia satu tahun beliau sudah diajak pindah oleh ayahnya ke kota Bandung. Beliau dibesarkan dari sejak kecil dengan bahasa Belanda dan pada saat usia lima tahun beliau sudah lancar berbahasa Belanda.
Opa Suito menikah pada tahun 1949 dan dikaruniai 6 orang anak (3 orang putra dan 3 orang putri). Putra opa yang pertama lahir pada tahun 1950, tepat setahun setelah menikah. Setelah istrinya meninggal Opa Suito memutuskan untuk menikah lagi dan dengan istri yang ke-2 Opa dikaruniai 4 orang anak ( 1 orang putra dan 3 orang putri). Dan sekarang 8 (putra dan putri) opa telah menikah dan bekerja, yang sebagian besar mempunyai perusahan sendiri. 
Ini kisah tentang pekerjaan beliau, Opa bekerja selama 7 tahun di Telkom dan setelah bosan beliau pindah ke Angkatan Darat dan di AD opa bekerja selama 2 tahun,dan beliau juga pernah bekerja di Uniliver, PFN selama 2 tahun. Kira-kira pada tahun 1953 Opa Suito ini pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 5 Bandung, Beliau menggantikan kepala sekolah yang pertama bernama Pak Sutopo karena meninggal. Dan Pada peristiwa “Bandung Lautan Api” Beliau pernah diperintah oleh Jendral Gatot Subroto untuk membawa pemancar radio ke daerah Yogyakarta. Memang sungguh sangat luar biasa pengalaman Opa yang satu ini.
Opa Suito sudah berada dipanti selama 2 tahun, alasan opa tinggal dipanti karena beliau tidak ingin merepotkan anak-anaknya dan jika dirumah sendirian anaknya khawatir karena tidak ada yang mengurus. Akhirnya pada tahun 2012 beliau memutuskan untuk menjual rumahnya yang ada dikawasan Jl. Otista, gang Kebon Manggu, dan tak lama setelah itu beliau bertekad untuk tinggal dipanti jompo. Sebelumnya beliau berkata kepada anak bungsunya yang bernama Triana Suitadewi begini “ nak, kalau papah gak betah disini papah mau pulang lagi aja, sekarang papah mau coba 2 bulan dulu, kalau betah lanjutin kalo gak  betah papah mau pulang”. Begitulah rengek beliau kepada anak yang mengantar kepanti.
Harapan yang beliau inginkan adalah ia ingin menikah lagi#katanya

3.2.2. Opa Mamat
Nama                                       : Rahmat
Umur                                       : 65 tahun
Asal                                         : Cianjur
Agama                                     : Islam
Riwayat Pendidikan                  :  Tamat SD
 Ini cerita tentang opa dari Cianjur, beliau agak sulit untuk diajak bercerita, beliau juga agak kurang mendengar tapi bukan tuna rungu. Beliau berasal dari Cianjur beliau adalah opa rahmat atau biasa dipanggil opa mamat. Beliau  sudah 2 tahun lebih tinggal dipanti wisma lansia ini. Alasan beliau tinggal dipanti adalah karena sudah tidak ada lagi sang istri yang menemani dan beliau tidak mempunyai anak satupun. Beliau merasa sudah tidak punya siapa-siapa, beliau adaah anak ke 4 dari 5 bersaudara dan ada salahsatu dari kakak beliau yang ingin merawatnya dan tinggal bersamanya akan tetapi istri dari kakak nya itu keberata jika opa mamat tinggal bersama keluarganya. Padahal selama ini di Cianjur Opa Mamat mempunyai sebuah rumah, akan tetapi semua harta bendanya diambil oleh adik dari istrinya ,dan Opa Mamat tidak bisa berbuat apa-apa.
Pada jaman dahulu Opa tidak mempunyai pekerjaan yang tetap ,segala hal prah ia coba mulai dari menjadi kendektur bus berjualan es keliling, jualan diwarung, dan segala macam usaha pernah ia coba.
Saat ini yang membiayai Opa Mamat di panti adaah kakak nya yang bernama Pak Edi, beliau tinggal di Daerah Kebon Kalapa.
 Saat ini Opa Mamat berharap ada yang bersedia menampungnya di rumah benar-benar rumah, bukan rumah seperti panti. Opa Mamat ingin pulang, tapi dia tak tahu harus pulang kemana. Alasan Opa ingin pulang adalah karena kehidupan dipanti tidak bisa membuat dirinya nyaman ,disini para lansia selalu ribut dan saling membenci, itu yang Opa Mamat tidak suka dari Panti.
Hanya ini sepenggal kisah dari Opa Mamat.
3.3 PROFIL PENGURU
3.3.1. PROFIL PENGURUS ASRAMA

 Nama                                       : Cucun Suryani
 TTL                                          : Bandung, 27 Februari 1975
 Alamat                                     : Jl. SukamajuTimur, No.44. Lembang
 Status                                       : Menikah( 3anak )
 PendidikanTerakhir                   : Tamat SMA
 Hobbi                                       : Berenang
 Harapan                                    : Menjadiibu yang bergunabagianak-anaknya
 Jabatan                                     : PengurusAsrama (sudah 3 tahun)


3.3.2. PROFIL PETUGAS INTI
 Nama                                    : Kusmana (Pak Engkus)
                        TTL                                      : Majalaya, 08 Februari 1981
Alamat                                  : GegerkalongHilir RT 06/RW 04.Kelurahan Gegerkalong Kec.Sukasari
  Status                                   : Menikah
PendidikanTerakhir               : LULUS SMA
Jabatan                                 : Pengurus bagian umum
Pesan untuk relawan              : “mudah-mudahan bisa kesini lagi”.
Kesan                                   : Bagus
Harapanuntukmahasiswa       : Harus lebih bagus lagi dalam manajemen waktu

                                      


BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN

            Dengan  melakukan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan cara menjadi sukarelawan disebuah panti ,mahasiswa dapat mengetahui segala hal yang berkaitan dengan lansia. Kehidupan didalam panti ternyata tidak seindah yang dipikirkan dan tidak seburuk yang dibayangkan .Terjun langsung kelapangan dan mendapatkan ilmu, pengetahuan terkait wismalansia, dan tentunya menambah relasi/persahabatan diantara mahasiswa dan lansia begitu juga diantra pengurus dengan mahasiswa yang menjadi sukarelawan. Selama melakukan kegiatan banyak hal yang ternyata berkaitan dengan pengamalan buku 7 Habits, selama menjadi sukarelawan banyak hal yang menyadarkan bahwa selama ini saya tidak pandai bersyukur. Kegiatan ini telah membawa saya untuk lebih dekat dengan sang Maha Kuasa.



SARAN
           Saran saya terhadap kegiatan ini adalah untuk menambah lagi personil disetiap kelompok agar kegiatan kami bisa lebih mobile. Memang bisa saja dengan 3 orang anggota kami melakukan banyak kegiatan ,akan tetapi cakupannya kurang luas.
Dan saran saya terkait lansia atau pantinya itu sendiri adalah ketika kita dihadapkan pada satu pilihan antara karir atau mengurus orang tua, kita mesti memikirkan keputusannya matang-matang. Karena ternyata tindakan yang kita ambil, maksud kita disini biasanya berperan sebagai anak bisa saja akan memperburuk keadaan,karena  seorang lansia akan merasa terasingkan dan merasa tidak dianggap ketika mereka dipaksa oleh keadaan untuk tinggal disana.
DAFTAR PUSTAKA